Tahukah Anda Cara mendaur ulang plastik?
Manusia perlu memahami cara mendaur ulang plastik agar tidak merusak bumi dan
menyebabkan pencemaran lingkungan.
Plastik adalah salah satu bahan sintesis
yang banyak digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Plastik dapat
dijadikan bahan tempat minum dan bahan pembuatan ipod.
Plartik memiliki banyak manfaat dalam
kehidupan, tetapi banyak orang yang tidak mengetahui bahwa plastik dapat di
daur ulang.
Penngetahuan masyarakat terhadap cara
mendaur ulang plastik menjadi peerhatianpenting bagi pemerintah untuk segera
menyosialisasikannya terhadap masyarakat.
Sebagian besar negara di dunia mempunyai
cara mendaur ulang plastikdan proses pengaturan terhadap sampah. Tanda segitiga
“recycle” merupakan tanda dari proses pengaturan tersebut dan ada di setiap
bahan plastik dengan mencantumkan angka yang berbeda.
Tanda trersebut dianggap sebagai tanda
biasa padahal tanda tersebut adalah tanda untuk bahan plastik yang dapat didaur
ulang. Angka yang tercantum dalam tanda adalah petunjuk untuk jenis plastik
yang digunakan dalam pembuatan barang.
Ada beberapa jenis plastik, yaitu sebagai
berikutt.
1.
PET atau PETE (Polyethylene Terephtalate)
Plastik jenis ini
biasanya digunakan untuk tempat minum dan tempat makanan ovenproof. Plastik PET
dapat didaur ulang menjadi karpet, tote bags, dan hiasan.
2.
HDPE (Polyethylene Densitas Tinggi)
Plastik HDPE ini
biasanya dipakai untuk botol detergen, botol jus, dan botol oli motor. Plastik
jenis ini dapat didaur ulang kembali menjadi botol baru, lantai keramik, dan
pipa pengairan.
3.
Vinil atau PVC (Polyvinyl Chloride)
Plastik jenis ini
adalah plastik yang tahan terhadap cuaca. PVC mengandunng klor, yang berbahaya
bagi kesehatan karena mengandung dioskin.
Plastik vinil biasa
dipakai dalam pembuatan botol untuk detergen, tempat makanan berwarna cerah,
seperti baskom dan ember berwarna. Plastik jenis ini dapat didaur ulang kembali
dan dimanfaatkan untuk pembuatan keset.
4.
LDPE (Low Density Polyethylene
Plaastik jenis LDPE
biasa digunakan untuk pembuatan tote bags atau kantong plastik dan botol.
Biasanya, plastik jenis ini dapat didaur ulang untuk maskapai pesawat terbang,
bahan bangunan, dan tempat penyimpanan pupuk kompos.
5.
PP (Polypropylene)
Plastik jenis PP
dengan kode lima ini biasanya terdapat dalam tutup botol saus, yoghurt, dan
lain-lain. Plastik ini dapat didaur ulang menjadi kabelbaterai, tong sampah,
dan nampan.
6.
PS (Polystyrene)
Plastik jenis ini
biasa dikenal dengan styrofoam. Badan perlindungan lingkungan hidup di Amerika
Serikat menyatakan, styrofoam atau styrene dapat merugikan kesehatan da plastik
jenis ini dapat didaur ulang untuk memproduksi insulasi.
7.
Polycarbonate / Bahan-Bahan Lain
Jenis plastik yang
termasuk ke dalam klasifikasi nomor tujuh ini adalah plastik yang tidak
termasuk ke dalam kategori lain.
Barang yang sering menggunakan plastik
jenis ini adalah bahan pembuat DVD, ipod, dan kecamata hitam. Plastik ini
memang sulit untuk didaur ulang kembali, tetapi tetap memungkinkan jika ingin
dilakukan proses daur ulang.
Jenis plastik PET, HDPE, PP, dan PS adalah
plastik yang mudah untuk didaur ulang sedangkan vinil, LDPE, dan Polycarbonate
merupakan jenis plastik yang sulit untuk didaur ulang. Plastik yang beragam
tersebut menjadi barang yang sering digunakan oleh masyarakat.
Kampanye dan semangat go green selalu
disampaikan oleh pihak-pihak yang perduli lingkungn agar masyarakat mengurangi
penggunaan benda berbahan plastik. Untuk menekan angka penggunaan, plastik
harus didaur ulang, salah satunya dengan cara penggilingan plastik. Proses
tersebut adalah cara mendaur ulang plastik yang dapat mengubah sampah plastik
menjadi barang yang dapat dimanfaatkan kembali. Plastik seperti botol bekas,
gelas plastik, dan plastik lembaran yang digilinng kembali menjadi plastik
cacahan. Cacahan plastik ini biasanya dijual ke pabrik plastik dan digunakan
oleh pabrik plastik untuk membuat plastik baru.
Jenis plastik seperti Polycarbonate (PC),
Styrene Acrylonitrile (SAN), Polystyrene (PS), Acrylonitrile Butadiene Sturene
(ABS), Polyvinyl Chloride (PVC), dan plastik nilon adalah jenis plastik yang tidak
dapat didaur ulang dengan aman. Masyarakat harus berhati-hati dengan jenis
plastik ini.
Penggilingan sampah dapat dilakukan dengan
dua cara, yaitu penggilingn sampah kering dan basah. Proses penggilingan kering
dilakukan sebelum pencucian.
Proses penggilingn basah dilakukan dengan
mencampur air dingin atau panas dengan plastik yang sedang digiling di dalam
mesin penggiling. Penggilingn basah memiliki hasil yang lebih baik karena
hasilnya lebih bersih sehingga nilai jualnya pun lebih mahal.
Penggilingn plastik kering dikhususkan
untuk bahan plastik keras, seperti baskom dan ember. Selain digiling
menggunakan mesin, sampah plastik dapat dimanfaatkan kembali dengan
mengkreasikan sampah tersebut menjadi barang yang berguna, seperti tas, dompet,
dan pas foto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar